Daftar pelajaran 0/5
AI tidak menggantikan marketer. Tapi marketer yang bekerja dengan AI akan menggantikan marketer yang tidak. Modul ini fokus pada cara kerja, bukan sekadar daftar tools — karena tools berganti setiap bulan, sedangkan cara berpikirnya bertahan.
Peta toolkit AI untuk marketing
Tidak ada satu tools yang terbaik untuk semua hal. Kelompokkan berdasarkan pekerjaan:
| Pekerjaan | Tools populer | Kekuatan |
|---|---|---|
| Asisten umum (menulis, strategi, analisis) | ChatGPT, Claude, Gemini | Fleksibel, bisa membaca file, bisa menganalisis data |
| Riset dengan sumber | Perplexity, ChatGPT/Gemini dengan pencarian | Menampilkan sumber yang bisa diverifikasi |
| Riset dari dokumen sendiri | NotebookLM | Menjawab hanya dari dokumen yang kamu unggah — risiko mengarang lebih kecil |
| Desain visual | Canva (Magic Studio), Adobe Firefly, Ideogram, Midjourney | Template, hapus background, generate gambar |
| Video pendek | CapCut, Veo/Sora/Runway, HeyGen | Auto-caption, potong otomatis, avatar, generate video |
| Suara | ElevenLabs, fitur TTS di CapCut | Voice-over dari teks |
| Spreadsheet & data | Gemini di Google Sheets, Copilot di Excel, asisten umum dengan analisis file | Rumus, ringkasan, grafik |
| Otomasi | Make, Zapier, n8n, Google Apps Script | Menghubungkan aplikasi tanpa coding berat (Modul 12) |
Untuk tugas penting, coba prompt yang sama di dua asisten berbeda (misalnya ChatGPT dan Claude). Bandingkan, ambil bagian terbaik dari masing-masing. Ini cara cepat menaikkan kualitas tanpa biaya tambahan.
Versi gratis vs berbayar
Versi gratis cukup untuk seluruh tugas di kurikulum ini. Pertimbangkan berbayar saat: kamu memakai AI setiap hari, butuh membaca file besar, butuh model paling kuat untuk analisis, atau butuh fitur tim dengan kontrol privasi.
Anatomi prompt yang bagus: kerangka KTFK
Prompt yang buruk: "Buatkan caption Instagram untuk kopi." Hasilnya pasti generik.
Gunakan kerangka KTFK:
- Konteks — Siapa kamu, bisnis apa, siapa audiens, apa tujuannya, apa yang sudah dicoba.
- Tugas — Apa yang harus dikerjakan, sespesifik mungkin. Satu tugas utama per prompt.
- Format — Bentuk output: tabel, poin, panjang kata, jumlah variasi, bahasa, gaya.
- Kriteria — Standar kualitas dan batasan: apa yang harus ada, apa yang dilarang.
KONTEKS Saya mengelola Instagram Kopi Senja, roastery lokal di Semarang. Audiens: pekerja rumahan dan pemula kopi usia 22–35 yang ingin kopi susu enak di rumah tanpa ribet. Tone: santai, hangat, sedikit jenaka, memakai "kamu". Produk yang dipromosikan: Paket Sampler 4 rasa × 50 gram, Rp89.000. TUGAS Tulis caption untuk carousel "4 rasa kopi, mana yang cocok buat kamu?" FORMAT - 3 variasi caption, masing-masing 60–100 kata - Baris pertama = hook maksimal 10 kata - Akhiri dengan 1 CTA yang jelas - 5 hashtag relevan di akhir KRITERIA - Jangan memakai kata "terbaik", "nomor 1", atau klaim kesehatan - Sebut harga dan bahwa paket ini cocok untuk yang belum tahu selera - Hindari emoji berlebihan (maksimal 3)
Teknik tambahan yang sangat efektif
- Beri contoh (few-shot). Tempel 2–3 contoh caption terbaikmu dan tulis "ikuti gaya ini". Ini lebih ampuh daripada mendeskripsikan gaya.
- Minta bertanya dulu. Tambahkan: "Sebelum mengerjakan, tanyakan maksimal 5 hal yang kamu butuhkan untuk hasil terbaik."
- Minta beberapa opsi lalu pilih. "Berikan 10 hook, beri skor masing-masing, lalu kembangkan 3 terbaik."
- Pecah tugas besar. Riset → kerangka → draf → edit. Jangan minta "buatkan strategi marketing lengkap" dalam satu prompt.
- Berperan sebagai kritikus. Setelah dapat draf, minta: "Sekarang kritik draf ini sebagai [persona target] yang skeptis."
Brand brain: konteks yang dipakai ulang
Masalah terbesar AI di tim marketing adalah inkonsistensi: setiap orang menulis prompt berbeda, hasil berbeda, tone berbeda. Solusinya: satu dokumen konteks yang disebut brand brain.
Isi brand brain
- Ringkasan bisnis — produk, harga, kanal penjualan, keunggulan.
- Persona — dari Modul 01, ringkas.
- Positioning & messaging house — dari Modul 01.
- Tone of voice — 3–5 sifat dengan contoh "begini ✓ / bukan begini ✗".
- Kata wajib & kata terlarang — misalnya selalu "kamu", tidak pernah "Anda"; dilarang klaim kesehatan.
- Contoh konten terbaik — 3–5 caption/iklan/email yang performanya paling bagus.
- Fakta & angka resmi — harga, alamat, jam operasional, garansi — supaya AI tidak mengarang.
Cara memakainya
- ChatGPT: buat Project atau Custom GPT dan unggah brand brain sebagai file/instruksi.
- Claude: buat Project dan masukkan brand brain ke knowledge.
- Gemini: buat Gem dengan instruksi brand brain.
- Tanpa fitur itu: tempel brand brain di awal percakapan.
Saya akan memberikan dokumen strategi bisnis saya. Tugas kamu menyusun "brand brain": dokumen konteks ringkas (maksimal 1.200 kata) yang akan saya pakai sebagai instruksi tetap untuk asisten AI. Dokumen saya: [TEMPEL DOKUMEN STRATEGI MODUL 01 + 3–5 CONTOH KONTEN TERBAIK] Susun dengan bagian: Ringkasan bisnis, Persona (ringkas), Positioning & pesan inti, 3 pilar pesan, Tone of voice (4 sifat, masing-masing dengan contoh "begini ✓" dan "bukan begini ✗"), Kata wajib, Kata terlarang & klaim yang tidak boleh dibuat, Fakta resmi (harga, garansi, kontak), dan Contoh konten referensi. Kalau ada informasi yang kurang, tulis [ISI: ...] supaya saya lengkapi.
Workflow AI: dari prompt sekali pakai ke sistem
Prompt yang bagus dipakai sekali itu bagus. Prompt yang bagus dipakai setiap minggu dengan hasil konsisten itu sistem. Workflow AI adalah urutan langkah yang terdokumentasi.
Format dokumentasi workflow
| Bagian | Isi |
|---|---|
| Nama workflow | Produksi konten mingguan Instagram |
| Pemicu | Setiap Senin pagi |
| Input | Kalender konten, brand brain, data performa minggu lalu |
| Langkah | 1) Analisis performa → 2) Ide 10 konten → 3) Pilih 5 → 4) Draf caption → 5) Brief visual → 6) Review manusia |
| Prompt per langkah | (tautan ke prompt tersimpan) |
| Output | 5 caption final + 5 brief desain di Google Sheets |
| Cek kualitas | Checklist: sesuai tone, ada CTA, fakta benar, tidak ada klaim terlarang |
| Waktu | Sebelumnya 6 jam → sekarang 1,5 jam |
Contoh tiga workflow yang paling berdampak
- Riset → konten: rangkum 20 komentar/review terbaru → temukan 5 pertanyaan baru → jadikan ide konten.
- Laporan mingguan: tempel data performa (CSV) → AI merangkum apa yang naik/turun → AI menulis 3 rekomendasi → kamu validasi.
- Balas chat & review: kumpulkan 20 pertanyaan paling sering → AI menyusun template jawaban sesuai tone → admin memakai dan menyesuaikan.
Kamu adalah analis marketing. Berikut data performa minggu ini dan minggu lalu: [TEMPEL TABEL/CSV: kanal, impresi, klik, chat, order, revenue, biaya] Konteks bisnis: [RINGKAS DARI BRAND BRAIN] Target bulan ini: [TARGET] Tulis laporan untuk atasan dengan format: 1. Ringkasan 3 kalimat (apa yang terjadi, apakah on-track terhadap target) 2. Tabel perubahan minggu-ke-minggu (%), tandai yang berubah lebih dari ±15% 3. 3 dugaan penyebab untuk perubahan terbesar — bedakan mana yang terlihat di data dan mana yang dugaan 4. 3 rekomendasi tindakan minggu depan, urutkan berdasarkan dampak vs usaha Jangan mengarang angka yang tidak ada di data.
Kualitas, etika & keamanan
Lima cek kualitas sebelum memakai output AI
- Fakta — Semua angka, nama, klaim, dan harga sudah dicek ke sumber asli?
- Konteks — Apakah sesuai dengan bisnis dan audiens kita, bukan "rata-rata internet"?
- Tone — Kalau dibacakan, terdengar seperti brand kita?
- Orisinalitas — Tidak ada kalimat klise khas AI ("Di era digital ini…", "Tidak hanya… tetapi juga…")? Tidak menyalin karya orang lain?
- Kepatuhan — Tidak ada klaim kesehatan/keuangan yang menyesatkan, tidak melanggar aturan platform iklan?
Privasi dan data
- Jangan memasukkan data pribadi pelanggan (nama, nomor HP, alamat, NIK) ke asisten AI publik. Indonesia punya UU Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). Anonimkan dulu: ganti nama dengan "Pelanggan 1".
- Jangan memasukkan data rahasia perusahaan (laporan keuangan, kontrak) tanpa izin dan tanpa memakai akun dengan pengaturan privasi yang disetujui perusahaan.
- Cek pengaturan apakah percakapan dipakai untuk melatih model, dan matikan jika perlu.
Hak cipta dan transparansi
- Gambar AI yang menampilkan wajah orang nyata, logo brand lain, atau karakter berhak cipta — hindari.
- Untuk testimoni dan review: jangan pernah membuat testimoni palsu dengan AI. Ini merusak kepercayaan dan bisa melanggar hukum perlindungan konsumen.
- Beberapa platform mewajibkan label untuk konten AI yang realistis. Ikuti aturan platformnya.
Halusinasi adalah risiko nyata. AI bisa menulis statistik palsu, kutipan palsu, dan sumber yang tidak ada dengan sangat meyakinkan. Untuk konten yang dipublikasikan, setiap angka harus punya sumber yang sudah kamu buka sendiri.
- Bandingkan tools: jalankan prompt KTFK caption di 2 asisten AI berbeda. Catat kelebihan masing-masing.
- Brand brain: susun brand brain bisnismu dengan prompt di atas, lengkapi bagian [ISI], lalu pasang di Project/GPT/Gem.
- Tiga workflow: dokumentasikan 3 workflow AI untuk pekerjaan rutin (pakai format tabel di atas). Jalankan minimal satu dan catat waktu sebelum vs sesudah.
- Simpan semua prompt terbaikmu di satu Google Docs "Prompt Library Pribadi".
Checklist modul
Centang yang sudah kamu kerjakan. Kalau semua tercentang, kamu siap lanjut ke modul berikutnya.
Post-test Modul 02
10 soal studi kasus & hitungan. Lulus minimal 80%. Nilai terbaikmu dipakai untuk sertifikat.
- Urutan soal dan pilihan jawaban diacak setiap percobaan.
- Kunci jawaban & pembahasan baru muncul setelah kamu mengumpulkan.
- Boleh mengulang kapan saja — sebaiknya baca ulang pelajaran yang salah dulu.
Mau deliverable modul ini di-review langsung?
Di Mentoring 1:1, setiap tugas kamu dapat feedback tertulis, dibahas di sesi video dengan Rendy, dan dihitung untuk sertifikat terverifikasi.