Daftar pelajaran 0/5
Konten adalah bahan bakar semua kanal: SEO butuh artikel, social media butuh video, iklan butuh copy, WhatsApp butuh script. Modul ini mengajarkan dua hal: apa yang harus ditulis (strategi konten) dan bagaimana menulisnya agar menjual (copywriting).
Strategi konten: pillar, mix, dan funnel
Content pillar
Content pillar adalah 3–5 tema besar yang terus kamu bahas. Pillar yang baik berada di irisan antara yang dipedulikan audiens (dari VoC) dan yang relevan dengan produkmu.
| Pillar Kopi Senja | Kenapa relevan | Contoh konten |
|---|---|---|
| Kopi susu rumahan | Job utama persona | Resep es kopi susu 3 bahan |
| Belajar rasa kopi | Pain "bingung pilih rasa" | Asam vs pahit: kenali seleramu |
| Hemat & produktif | Hasil yang diinginkan | Hitung: ngopi di rumah vs kedai sebulan |
| Di balik sangrai | Bukti pilar "segar" | Proses sangrai hari Jumat |
| Cerita pelanggan | Bukti sosial | Pelanggan WFH yang ganti kebiasaan |
Content mix
Atur proporsi jenis konten agar audiens tidak bosan dan tetap bergerak di funnel:
- Edukasi (35–40%) — tips, tutorial, penjelasan. Membangun otoritas.
- Hiburan/relatable (20–25%) — tren, humor, momen sehari-hari. Membangun jangkauan.
- Bukti sosial (15–20%) — testimoni, review, UGC, hasil. Membangun kepercayaan.
- Jualan/offer (20%) — produk, promo, peluncuran. Menghasilkan penjualan.
Proporsi di atas adalah titik awal, bukan aturan mutlak. Akun yang baru mulai biasanya butuh lebih banyak konten jangkauan. Akun yang sudah punya audiens besar bisa lebih sering berjualan. Biarkan data performa (Modul 11) yang menentukan.
Hook, headline & CTA
Formula hook yang teruji
| Formula | Contoh |
|---|---|
| Kesalahan umum | "Kopi susu kamu pahit? Mungkin ini salahnya." |
| Angka spesifik | "Rp4.000 per gelas. Ini caranya." |
| Pertanyaan menantang | "Kenapa kopi kafe lebih enak dari bikinan kamu?" |
| Kontras/sebelum-sesudah | "Dulu Rp750 ribu sebulan buat kopi. Sekarang Rp120 ribu." |
| Rahasia/orang dalam | "Barista nggak akan kasih tahu ini." |
| Langsung ke persona | "Buat kamu yang WFH dan ngantuk jam 2 siang:" |
| Kontroversi ringan | "Kopi mahal belum tentu enak." |
| Cerita | "Pelanggan ini hampir minta refund. Lalu…" |
Headline untuk artikel & landing page
Headline yang baik menjawab "apa untungnya buat saya?" dalam sekali baca. Kombinasikan hasil + spesifik + audiens: "Panduan Memilih Kopi untuk Pemula: Temukan Rasa yang Cocok dalam 5 Menit".
CTA (call to action)
CTA yang kuat punya tiga unsur: kata kerja jelas + cara mudah + manfaat/kepastian.
- "Hubungi kami"
- "Chat 'SAMPLER' ke WhatsApp — kami bantu pilih rasa dalam 5 menit"
- "Ambil sampler 4 rasa — garansi tukar kalau tidak cocok"
Brand brain saya: [TEMPEL BRAND BRAIN ATAU RINGKASANNYA] Topik konten: [TOPIK] Format: [VIDEO TIKTOK / CAROUSEL / IKLAN / ARTIKEL] Persona: [NAMA PERSONA + JOB STATEMENT] 1. Tulis 15 hook memakai 8 formula berbeda (kesalahan umum, angka spesifik, pertanyaan, kontras, orang dalam, langsung ke persona, kontroversi ringan, cerita). Maksimal 12 kata per hook. 2. Beri skor 1–10 untuk masing-masing berdasarkan: seberapa spesifik, seberapa relevan bagi persona, dan rasa penasaran. 3. Pilih 3 terbaik, jelaskan alasannya, dan tulis 2 kalimat lanjutan untuk masing-masing. Gunakan bahasa pelanggan dari brand brain, bukan bahasa marketing.
Framework copywriting: AIDA, PAS, BAB
AIDA — untuk landing page, email, iklan panjang
- Attention — hook yang menghentikan.
- Interest — fakta atau cerita yang membuat ingin tahu lebih.
- Desire — manfaat dan bukti yang membuat menginginkan.
- Action — CTA yang jelas.
PAS — untuk iklan pendek dan caption
Problem: Tiap sore beli kopi susu Rp25.000. Sebulan bisa Rp500.000 lebih. Agitate: Udah mahal, kadang rasanya beda-beda, dan harus keluar rumah pas lagi dikejar deadline. Solution: Paket Sampler Kopi Senja — 4 rasa, cukup untuk 20 gelas kopi susu ala kafe. Rp89.000, garansi tukar kalau rasanya nggak cocok. Chat "SAMPLER" sekarang.
BAB (Before–After–Bridge) — untuk testimoni dan cerita
- Before: kondisi sebelum (masalah).
- After: kondisi setelah (hasil yang diinginkan).
- Bridge: produkmu sebagai jembatan.
Prinsip menulis yang menjual
- Satu pembaca, satu ide. Tulis seolah berbicara ke satu orang (persona), dengan satu pesan utama.
- Spesifik mengalahkan umum. "Dikirim 48 jam setelah sangrai" > "kopi segar".
- Manfaat sebelum fitur. Fitur: "medium roast". Manfaat: "nggak asam, cocok buat kopi susu".
- Pakai bahasa pelanggan. Ambil dari VoC.
- Kalimat pendek. Satu ide per kalimat. Paragraf maksimal 3 baris di mobile.
- Hilangkan keraguan. Jawab keberatan sebelum ditanyakan: harga, garansi, cara pakai.
Brand brain: [TEMPEL] Produk/offer: [DETAIL OFFER DARI MODUL 03] Kanal & format: [CONTOH: IKLAN FEED META, MAKS 125 KARAKTER PRIMARY TEXT + HEADLINE 40 KARAKTER] Keberatan utama: [DAFTAR] Tulis 3 versi copy: satu dengan AIDA, satu dengan PAS, satu dengan BAB. Setiap versi harus memakai minimal 1 frasa dari bahasa pelanggan dan menjawab minimal 1 keberatan. Setelah itu, berperanlah sebagai [PERSONA] yang skeptis: tulis reaksi jujur terhadap masing-masing versi dan versi mana yang paling mungkin membuat kamu klik. Terakhir, tulis versi ke-4 yang menggabungkan kekuatan ketiganya.
Kalender konten 30 hari
Konsistensi mengalahkan kesempurnaan. Kalender konten yang realistis lebih baik daripada rencana ambisius yang berhenti di minggu kedua.
Struktur kalender di Google Sheets
| Tanggal | Kanal | Pillar | Tahap funnel | Format | Topik/hook | CTA | Status | Link hasil |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Sen 3 | TikTok | Kopi susu rumahan | TOFU | Video 30 dtk | "Es kopi susu 3 bahan" | Follow | Draf | |
| Rab 5 | IG Carousel | Belajar rasa | MOFU | 7 slide | "Asam vs pahit" | Simpan & chat | Desain | |
| Jum 7 | Di balik sangrai | BOFU | Broadcast | "Batch Jumat dibuka" | Order | Jadwal |
Tips agar kalender benar-benar jalan
- Mulai dari kapasitas nyata. Kalau hanya bisa 3 konten per minggu, rencanakan 3 — bukan 7.
- Batching. Tulis semua caption minggu ini dalam satu sesi, rekam semua video dalam satu sesi.
- Repurpose. Satu topik bisa jadi video TikTok, carousel IG, artikel blog, dan broadcast WhatsApp.
- Sisakan 20% untuk reaktif. Tren, momen, dan pertanyaan pelanggan yang muncul tiba-tiba.
Brand brain: [TEMPEL] Content pillar: [DAFTAR PILLAR] Kanal aktif & kapasitas per minggu: [CONTOH: TIKTOK 3×, IG 3×, WHATSAPP BROADCAST 1×, BLOG 1×] Momen bulan ini: [TANGGAL GAJIAN, HARI BESAR, PROMO MARKETPLACE SEPERTI 11.11/12.12, LAUNCHING] Tujuan bulan ini: [CONTOH: 300 ORDER SAMPLER] Buat kalender 30 hari dalam tabel dengan kolom: tanggal, hari, kanal, pillar, tahap funnel, format, hook (maksimal 12 kata), poin isi (3 poin), CTA. Aturan: content mix mendekati edukasi 35%, hiburan 25%, bukti sosial 20%, jualan 20%. Konten jualan diletakkan dekat tanggal gajian dan momen promo. Setiap topik besar di-repurpose ke minimal 2 kanal.
Workflow produksi konten dengan AI
Inilah workflow yang dipakai tim konten modern. AI mempercepat 60–70% pekerjaan, manusia memastikan kualitas.
- Riset (AI + manusia) — kumpulkan pertanyaan terbaru dari komentar, chat, dan pencarian. AI merangkum.
- Ide (AI) — AI menghasilkan 20 ide berdasarkan pillar dan riset.
- Seleksi (manusia) — pilih ide berdasarkan tujuan bulan ini dan data performa.
- Draf (AI) — dengan brand brain dan framework.
- Edit (manusia) — tambahkan cerita nyata, data spesifik, dan opini. Hapus klise.
- Visual (AI + manusia) — brief desain → Canva/AI image → cek konsistensi brand.
- Review & publikasi (manusia) — checklist kualitas.
- Ukur (AI + manusia) — data performa kembali ke langkah 1.
Checklist edit output AI
- Hook berhenti-scroll dan sesuai persona?
- Ada minimal 1 detail spesifik yang hanya dimiliki brand kita (angka, cerita, proses)?
- Tidak ada klise: "di era digital", "tidak hanya… tetapi juga", "mari kita", "solusi terbaik"?
- Semua fakta, harga, dan klaim sudah benar?
- Ada satu CTA yang jelas?
- Dibaca keras-keras terdengar seperti manusia, bukan robot?
Kamu adalah editor senior yang tegas. Berikut draf konten: [TEMPEL DRAF] Brand brain: [TEMPEL TONE OF VOICE + KATA TERLARANG] Detail spesifik yang bisa ditambahkan: [CERITA PELANGGAN / ANGKA / PROSES NYATA] Edit draf ini agar: 1. Menghapus semua klise dan pola khas tulisan AI 2. Menambahkan minimal 2 detail spesifik dari data di atas 3. Variasi panjang kalimat lebih natural 4. Tetap di bawah [JUMLAH] kata Tampilkan versi final, lalu daftar perubahan utama yang kamu lakukan dan alasannya.
- Tentukan 3–5 content pillar dan content mix untuk bisnismu.
- Tulis 15 hook dengan prompt generator, pilih 5 terbaik.
- Tulis copy dengan AIDA, PAS, dan BAB untuk offer utama dari Modul 03.
- Susun kalender konten 30 hari di Google Sheets.
- Produksi 10 copy siap publikasi (campuran caption, copy iklan, dan 1 email/broadcast), masing-masing lolos checklist edit.
Checklist modul
Centang yang sudah kamu kerjakan. Kalau semua tercentang, kamu siap lanjut ke modul berikutnya.
Post-test Modul 04
10 soal studi kasus & hitungan. Lulus minimal 80%. Nilai terbaikmu dipakai untuk sertifikat.
- Urutan soal dan pilihan jawaban diacak setiap percobaan.
- Kunci jawaban & pembahasan baru muncul setelah kamu mengumpulkan.
- Boleh mengulang kapan saja — sebaiknya baca ulang pelajaran yang salah dulu.
Mau deliverable modul ini di-review langsung?
Di Mentoring 1:1, setiap tugas kamu dapat feedback tertulis, dibahas di sesi video dengan Rendy, dan dihitung untuk sertifikat terverifikasi.